Terobosan Besar Berikutnya di Pasar Hotel B2B - Booking Holdings Membentuk Divisi B2B Baru yang Dipimpin oleh CEO Agoda
- 47 menit yang lalu
- 2 menit membaca
Booking Holdings sedang menciptakan unit bisnis B2B khusus yang menggabungkan operasi kemitraan Booking.com, Agoda, dan Priceline ke dalam satu organisasi. Inisiatif ini diawasi oleh CEO Agoda, Omri Morgenshtern , menandai salah satu perubahan struktural terbesar dalam sejarah Booking Holdings.
Poin-Poin Penting
Organisasi B2B terpadu
Booking Holdings sedang mengkonsolidasikan bisnis B2B-nya ke dalam entitas hukum formal, alih-alih mengoperasikan tim kemitraan terpisah di bawah setiap merek.
Langkah ini dirancang untuk menghilangkan upaya yang tumpang tindih dan menciptakan penawaran yang lebih konsisten bagi mitra perusahaan.
Menargetkan kekuatan Expedia
Strategi ini mencerminkan kesuksesan Expedia Group, yang bisnis B2B-nya telah menjadi salah satu divisi yang paling cepat berkembang dan paling menguntungkan.
Booking bertujuan untuk menjadi pesaing yang lebih kuat di pasar distribusi perjalanan dengan menawarkan platform terpadu bagi hotel, maskapai penerbangan, bank, program loyalitas, dan perusahaan teknologi.
CEO Agoda memimpin
CEO Agoda, Omri Morgenshtern, mengawasi bisnis baru ini berkat pengalamannya yang luas dalam kemitraan B2B dan teknologi.
Penunjukan pimpinan final dan jadwal peluncuran resmi masih dalam tahap penentuan sementara masalah regulasi dan organisasi sedang ditangani.
Mitra utama yang sudah ada
Booking Holdings telah menyediakan layanan perjalanan untuk berbagai perusahaan, termasuk:
Apel
Microsoft
Citi Travel
Maskapai penerbangan Amerika
Maskapai Penerbangan Barat Daya
Lufthansa
Air France-KLM
Uni Emirat Arab
Organisasi baru ini diharapkan dapat memperkuat kemitraan ini dan menarik klien perusahaan tambahan.
Bagian dari strategi integrasi yang lebih luas
Pengumuman ini menyusul peluncuran BKNG Ads , yang menyatukan solusi periklanan di Booking.com, Agoda, dan Priceline.
Secara keseluruhan, inisiatif-inisiatif ini menunjukkan bahwa Booking Holdings secara bertahap mengintegrasikan fungsi-fungsi yang sebelumnya dikelola secara independen oleh masing-masing merek.
Mengapa Hal Ini Penting bagi Hotel
Bagi hotel dan bisnis perhotelan, ini menandakan bahwa Booking Holdings berinvestasi lebih besar dalam distribusi perjalanan B2B daripada hanya mengandalkan pemesanan OTA yang ditujukan untuk konsumen.
Implikasi potensial meliputi:
Peluang distribusi yang lebih luas melalui bank, maskapai penerbangan, program loyalitas, dan platform perjalanan perusahaan.
Meningkatnya persaingan dengan jaringan B2B Expedia, yang dapat memperluas jangkauan hotel melalui saluran pemesanan tidak langsung.
Solusi teknologi dan pemasaran yang lebih terintegrasi dari Booking Holdings, berpotensi menyederhanakan konektivitas bagi mitra hotel.
Intinya
Booking Holdings beralih dari mengoperasikan merek-merek independen menuju strategi perusahaan yang lebih terpadu. Dengan mengkonsolidasikan Booking.com, Agoda, dan Priceline di bawah divisi B2B khusus yang dipimpin oleh CEO Agoda, Omri Morgenshtern, perusahaan ini bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan distribusi perjalanan korporat, layanan mitra, dan integrasi teknologi sambil bersaing lebih langsung dengan bisnis B2B Expedia yang sudah mapan.
Sumber: Skift




