Bagaimana Wisatawan Saat Ini Menemukan dan Memilih Hotel Sebelum Melakukan Pemesanan
- 2 hari yang lalu
- 1 menit membaca
Cara wisatawan mencari hotel sedang berubah.
Pencarian hotel secara umum seperti “hotel butik terbaik di Milan” mulai menurun, sementara pencarian dengan nama hotel tertentu meningkat tajam. Google mengatakan bahwa traveler kini menggunakan tools AI untuk mencari inspirasi sebelum kembali ke Google Search untuk membandingkan harga dan melakukan booking.
Namun, cerita sebenarnya mungkin lebih besar dari itu.
Selama bertahun-tahun, Google Search mengubah pencarian hotel menjadi pengalaman yang dipenuhi iklan — didominasi OTA, listing sponsor, dan tabel perbandingan harga. Alih-alih mendapatkan inspirasi, traveler justru menemukan hasil yang sangat komersial. Akibatnya, banyak pengguna berhenti berharap Google bisa membantu mereka menemukan hotel yang unik dan menarik.
Saat ini, inspirasi perjalanan justru datang dari tempat lain:
Video travel di TikTok
Instagram Reels
Konten creator di YouTube
Rekomendasi dari mulut ke mulut
Percakapan dengan AI
Traveler kini datang ke Google sudah dengan nama hotel tertentu di pikiran mereka, karena proses discovery terjadi di luar mesin pencari.
Tools AI seperti ChatGPT juga ikut mendorong perubahan ini, tetapi sebagian besar masih menampilkan inventaris OTA yang sama dalam format percakapan. Bedanya, AI mencoba menjawab pertanyaan berbasis inspirasi, bukan sekadar menampilkan iklan dan tabel harga.
Kenaikan pencarian hotel berdasarkan nama menunjukkan perubahan besar dalam perilaku traveler:
Proses discovery kini bergerak menjauh dari mesin pencari tradisional menuju creator content, rekomendasi, dan pengalaman berbasis percakapan.




